|
|
|
|
|
“Kenapa
Pemerintah Indonesia harus berkomitmen untuk mengurangi emisi 26% pada
tahun 2010, sedang kita tidak punya kewajiban untuk menurunkan emisi
serta apa usaha Indonesia terkait hal tersebut?”. Pertanyaan menggelitik
tersebut dilontarkan oleh salah satu perserta alih teknologi
“Perhitungan Karbon Hutan” yang dilaksanakan pada Selasa, 29 Mei 2012 di
Gedung Konservasi, LIPI, Kebun Raya Bogor.
Acara
Alih teknologi ini masih dalam rangkaian partisipasi Puspijak dalam HJB
Bogor ke-530, dihadiri oleh 70 peserta terdiri dari pelajar, guru,
mahasiswa dan dosen. Acara dibuka oleh Kepala Puspijak, Dr. Kirsfianti
L. Ginoga yang menyampaikan bahwa “ Alih Teknologi ini merupakan salah
satu wujud diseminasi dari Puspijak sebagai lembaga Litbang yang
mempunyai kewajiban menyampaikan hasil riset kepada user secara luas.
Lanjutnya” Dan hari ini altek dikhususkan untuk generasi muda karena
merupakan komponen bangsa yang penting” Sebelumnya Ketua HJB ke-530,
Bapak Arif M. Budiharto menyampaikan pentingnya generasi muda memahami
mengenai fakta-fakta perubahan iklim sehingga dapat mengetahui betapa
penting peran hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Dalam
penjelasan lebih lanjut beliau menyampaikan”, Alih teknologi ini penting
karena peserta akan mengetahui bagaimana cara menghitung cadangan
karbon, emisi dan serapan yang belum detail disampaikan di sekolah atau
di kampus”,katanya. Harapannya tentunya para guru,mahasiswa dan pelajar
dapat menyampaikan lebih lanjut kepada teman dan anak didiknya.
Bervariasinya
pemahaman para peserta terhadap perubahan iklim dan penghitungan karbon
menyebabkan suasana diskusi semakin ramai dan meluas namun masih dalam
kontek yang sama. Beragam pertanyaan atau kritikan peserta terhadap
berbagai fenomena pemanfaataan SDA saat ini dilontarkan seperti maraknya
konversi lahan hutan menjadi tambang dan komitmen pemerintah dalam
pengelolaan lingkungan khususnya hutan. Dengan gayanya yang santai,
Bapak Dede Rohadi dapat mengarahkan beragam pertanyaaan. Begitu telaten
pula dengan para nara sumber dengan telaten menjawab
pertanyaan-pertanyaan peserta setelah menyampaikan paparan mengenai
“Peran Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim, Penyedia Jasa Lingkungan,
Peran Hutan Kota, Mekanisme REDD+, Pengelolaan Sampah menjadi
Biofertilizer dan Penghitungan Emisi GRK Kehutanan”.
Dalam
alih teknologi dimaksud, puspijak juga membagikan publikasi berupa buku
dalam bentuk CD yaitu Booklet Cadangan Karbon dan Teknik Pengukuran
Karbon; REDD+ dan Forest Governanve; Social Forestry; Strategi REDD
Prepareness dan Policy Brief tahun 2010 dan 2011 serta jurnal Penelitian
Sosek dan Kebijakan Kehutanan. Kepada para peserta yang ingin
memperoleh publikasi-publikasi Puspijak secara kontinu dipersilahkan
mengisi buku Mitra Puspijak dengan menuliskan alamat email. Alih
teknologi ditutup oleh Kepala Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut
Penelitian, Bapak Aulistyo A.siran yang menyampaikan terimakasih,
apresiasi dan rasa bangga kepada peserta yang sangat antusias. Dan
disampaikan bahwa acara alih teknologi ini juga merupakan feed back yang
bagus bagi Puspijak untuk mengetahui kebutuhan informasi dan hasil
penelitian oleh user khususnya para generasi muda.
|