Senin, 29 April 2013

Alih Teknologi Perhitungan Karbon Hutan: Peningkatan Pemahaman Pelajar, Guru, Mahasiswa dan Dosen akan Peran Penting Hutan Sebagai Penyerap dan Penyimpan Karbon. (Partisipasi Puspijak dalam HJB ke-530)

PDF Cetak E-mail

“Kenapa Pemerintah Indonesia harus berkomitmen untuk mengurangi emisi 26% pada tahun 2010, sedang kita tidak punya kewajiban untuk menurunkan emisi serta apa usaha Indonesia terkait hal tersebut?”. Pertanyaan menggelitik tersebut dilontarkan oleh salah satu perserta alih teknologi “Perhitungan Karbon Hutan” yang dilaksanakan pada Selasa, 29 Mei 2012 di Gedung Konservasi, LIPI, Kebun Raya Bogor.
Acara Alih teknologi ini masih dalam rangkaian partisipasi Puspijak dalam HJB Bogor ke-530, dihadiri oleh 70 peserta terdiri dari pelajar, guru, mahasiswa dan dosen.  Acara dibuka oleh Kepala Puspijak, Dr. Kirsfianti L. Ginoga yang menyampaikan bahwa “ Alih Teknologi ini merupakan salah satu wujud diseminasi dari Puspijak sebagai lembaga Litbang yang mempunyai kewajiban menyampaikan hasil riset kepada user secara luas. Lanjutnya” Dan hari ini altek dikhususkan untuk generasi muda karena merupakan komponen bangsa yang penting” Sebelumnya Ketua HJB ke-530, Bapak Arif M. Budiharto menyampaikan pentingnya generasi muda memahami mengenai fakta-fakta perubahan iklim sehingga dapat mengetahui betapa penting peran hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Dalam penjelasan lebih lanjut beliau menyampaikan”, Alih teknologi ini penting karena peserta akan mengetahui bagaimana cara menghitung cadangan karbon, emisi dan serapan yang belum detail disampaikan di sekolah atau di kampus”,katanya. Harapannya tentunya para guru,mahasiswa dan pelajar dapat menyampaikan lebih lanjut kepada teman dan anak didiknya.
Bervariasinya pemahaman para peserta terhadap perubahan iklim dan penghitungan karbon menyebabkan suasana diskusi semakin ramai dan meluas namun masih dalam kontek yang sama. Beragam pertanyaan atau kritikan peserta terhadap berbagai fenomena pemanfaataan SDA saat ini dilontarkan seperti maraknya konversi lahan hutan menjadi tambang dan komitmen pemerintah dalam pengelolaan lingkungan khususnya hutan. Dengan gayanya yang santai, Bapak Dede Rohadi dapat mengarahkan beragam pertanyaaan. Begitu telaten pula dengan para nara sumber dengan telaten menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta setelah menyampaikan paparan mengenai “Peran Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim, Penyedia Jasa Lingkungan, Peran Hutan Kota, Mekanisme REDD+, Pengelolaan Sampah menjadi Biofertilizer dan Penghitungan Emisi GRK Kehutanan”.
Dalam alih teknologi dimaksud, puspijak juga membagikan publikasi berupa buku dalam bentuk CD yaitu Booklet Cadangan Karbon dan Teknik Pengukuran Karbon; REDD+ dan Forest Governanve; Social Forestry; Strategi REDD Prepareness dan Policy Brief tahun 2010 dan 2011 serta jurnal Penelitian Sosek dan Kebijakan Kehutanan. Kepada para peserta yang ingin memperoleh publikasi-publikasi Puspijak secara kontinu dipersilahkan mengisi buku Mitra Puspijak dengan menuliskan alamat email. Alih teknologi ditutup oleh Kepala Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian, Bapak Aulistyo A.siran yang menyampaikan terimakasih, apresiasi dan rasa bangga kepada peserta yang sangat antusias. Dan disampaikan bahwa acara alih teknologi ini juga merupakan feed back yang bagus bagi Puspijak untuk mengetahui kebutuhan informasi dan hasil penelitian oleh user khususnya para generasi muda.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar